CARAPANDANG – Google telah mengumumkan rencana untuk mulai memverifikasi identitas bagi semua pengembang yang mendistribusikan aplikasinya di OS Android. Hal ini berlaku juga untuk mereka yang mendistribusikan perangkat lunak buatannya di luar Play Store.
“Android akan mewajibkan semua aplikasi untuk didaftarkan oleh pengembang terverifikasi agar dapat diinstal pengguna pada perangkat Android tersertifikasi,” dikutip dari pernyataan Perusahaan di laman resmi Android. “Ini untuk menciptakan akuntabiltas, sehingga mempersulit aktor jahat dalam mendistribusikan aplikasi berbahaya lain setelah yang pertama kami nonaktifkan”
Raksasa teknologi tersebut berencana mengirim undangan secara bertahap mulai Oktober 2025, sebelum memperkenalkannya kepada semua pengembang, Maret 2026. Persyaratan baru tersebut diperkirakan akan berlaku pada September 2026, dimulai dari Brasil, Indonesia, Singapura, dan Thailand.
Hal ini selaras dengan yang disampaikan Wakil Presiden untuk Produk, Kepercayaan, dan Pertumbuhan Android, Suzanne Frey. Ia mengatakan, aplikasi yang diinstal pada perangkat Android harus didaftarkan oleh pengembang yang terverifikasi
“Pada tahap ini, setiap aplikasi yang diinstal pada perangkat Android bersertifikat. Di wilayah-wilayah ini harus didaftarkan oleh pengembang yang terverifikasi,” ujar Suzanne.