IPC Fase 3 menunjukkan krisis pangan dan mata pencaharian akut, sementara Fase 4 berarti darurat kemanusiaan, satu tingkat di bawah Fase 5 yang dikategorikan sebagai kelaparan.
Sedikitnya 132.000 anak di bawah usia lima tahun diperkirakan akan mengalami malanutrisi akut sejak kini hingga pertengahan 2026. Dari angka tersebut, jumlah anak yang berisiko meninggal telah melonjak tiga kali lipat menjadi lebih dari 43.000 jiwa. Sementara itu, jumlah ibu hamil dan menyusui yang berisiko diperkirakan meningkat dari 17.000 menjadi 55.000 orang, ungkap Fletcher.
"Perlu ditegaskan bahwa kelaparan ini bukan akibat kekeringan atau bencana alam. Ini bencana ciptaan manusia, hasil dari konflik yang menyebabkan kematian massal, luka-luka, kehancuran, dan pengungsian besar-besaran warga sipil," tegasnya.
Menurut Fletcher, kelaparan di Gaza juga dipicu oleh hancurnya sistem produksi pangan, di mana 98 persen lahan pertanian rusak atau tidak dapat diakses, serta ternak yang musnah. Selain itu, pembatasan dan gangguan pengiriman pasokan kemanusiaan dan komersial yang esensial selama 22 bulan, runtuhnya sistem kesehatan dan gizi, minimnya tempat tinggal, serta kerusakan jaringan air, sanitasi, dan kebersihan turut menyebabkan kelaparan.